Puluhan tas calon haji disita pihak bandara

Kamis, 27 September 2012 02:02 WIB | Dilihat 2984 Kali
Ilustrasi Tas calon jamaah haji. (ANTARA/Andika Betha)
Makassar (ANTARA News) - Puluhan tas jinjing milik jamaah calon haji melalui Embarkasi Sultan Hasanuddin Makassar disita pihak petugas bandara setelah mengetahui banyaknya barang bawaan yang melanggar aturan penerbangan internasional.

"Masih banyak jamaah yang kopernya diminta dibuka. Kebanyakan yang ditemukan, jamaah membawa minyak kelapa dan botol mineral," ujar salah seorang Petugas pengamanan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Abi di Makassar, Kamis.

Ia mengatakan, penyitaan terhadap barang bawaan itu hampir terjadi disetiap kelompok terbang (kloter) karena masih banyaknya jamaah yang berusaha melanggar aturan atau masih adanya calon haji yang tidak paham aturan penerbangan.

Terakhir, jamaah kloter 09 yang terdiri atas jemaah Papua Barat dan Makassar, ditemukan isi koper bermasalah. Khusus untuk jamaah asal Makassar, sedikitnya enam koper yang harus dibuka untuk diperiksa isinya karena mencurigakan.

Beberapa tas yang isinya dibongkar masih ditemukan adanya jamaah yang membawa minyak kelapa dan dimasukkan dalam botol kemasan, padahal dalam aturan penerbangan itu dilarang karena termasuk cairan yang mudah memicu kebakaran.

Cairan hanya dibolehkan dibawa sepanjang kemasannya tak lebih dari 100 mililiter. Adapun obat-obatan berbentuk cairan, juga diboleh sepanjang itu ditempatkan di dalam tas bawaan (handbag).

Petugas kemanan bandara lainya, Rais Anshar menyebutkan, ada beberapa barang yang dilarang untuk dibawa oleh jamaah.

Klasifikasinya adalah bahan gas yang bertekanan seperti kompos gas, korek gas, dan sejenisnya; bahan-bahan peledak seperti amunisi, petasan, dan lainnya; cairan yang mudah terbakar atau flammable liquid seperti bensin, minyak tanah, dan minyak goreng.

Lalu benda padat mudah terbakar seperti korek api juga dilarang; bahan yang mengandung radio aktif; bahan yang mengandung magnet.

Bahan yang menyebabkan karat seperti air aki, garam, asam cuka; bahan racun; bahan oksid atau bersenyawa seperti dry ice; bahan kimia; bahan cairan, aerosol (parfum, baygon), dan gel.

Hanya saja dibandingkan 2011, tahun ini jumlah jamaah yang membawa barang-barang larangan itu, relatif lebih sedikit.

"Di Papua sosialisasi panitianya sudah mantap dibandingkan tahun lalu. Jamaah Papua Barat, cuma 15 item yang ditemukan, itu pun bukan cairan, tapi gula yang dimasukkan dalam botol," ujar Anshar.

Koper tersebut diminta dibuka, kata dia, karena dikhawatirkan botol yang ada di dalamnya jangan sampai berisi cairan. Khusus untuk garam, pihak PT Garuda Indonesia membolehkan namun dengan persyaratan khusus, yakni kemasannya harus bagus. Sampo, minyak gosok, minyak angin, dan handbody juga boleh asalkan dimasukkan ke dalam koper (bagasi).

(ANT)