Menag minta jemaah haji pahami kondisi kedaruratan

Jumat, 21 September 2012 11:16 WIB | Dilihat 2457 Kali
Menteri Agama Suryadharma Ali dan sejumlah pejabat melepas keberangkatan jemaah haji kloter pertama embarkasi JKG1 di Jakarta, Jumat (21/9).(ANTARA/Ismar Patrizki)
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali meminta jemaah haji Indonesia berusaha memahami kondisi kedaruratan selama menjalankan ibadah di tanah suci, khususnya pada puncak ritual haji di Mekkah, Arab Saudi.

Saat melepas keberangkatan kelompok terbang (kloter) pertama jemaah hasi JKG I di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat, dia menjelaskan kondisi darurat yang dia maksud antara lain meliputi ketersediaan air yang terbatas untuk keperluan pribadi sehari-hari seperti mandi.

"Juga ketika makan. Di Madinah dilayani, tapi di Makkah cari sendiri. Apalagi ketika puncak haji. Saling desak masuk Masjidil Haram dan terinjak orang dari negara lain bisa terjadi. Kondisi kedaruratan semacam ini harus dipahami dengan cara meningkatkan kesabaran," katanya.

Ia mengatakan, pemerintah sudah berusaha meningkatkan layanan pemondokan bagi jemaah haji di Makkah namun tak bisa menyediakan pemondokan yang lebih dekat dengan Masjidil Haram seperti tahun lalu karena sebagian bangunan hotel di dekat Masjidil Haram sudah dibongkar untuk perluasan masjid.

Pemerintah, lanjut dia, juga menyediakan pelayanan yang lain termasuk layanan kesehatan yang beroperasi 24 jam.

Ia menambahkan, sangat penting bagi jemaah untuk menjaga kesehatan supaya bisa menjalankan semua ritual ibadah haji secara baik.
 
"Jangan sayang dengan uang untuk membeli buah-buahan dan makanan lain. Uang jangan disayang hanya karena untuk membeli oleh-oleh," kata Menteri Agama,  yang disambut tawa hadirin.

Pada akhir pengarahannya dia mengimbau kepada jemaah haji untuk bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan yang ada di tanah suci dan menjaga kehormatan bangsa selama berada di Arab Saudi.

(E001)