156 Haji Plus Kalsel Tertahan di Bandara

Senin, 22 November 2010 17:14 WIB | Dilihat 853 Kali
jemaah haji plus asal Banjarmasin menunggu kepastian penerbangan Garuda Indonesia, di Terminal 2F, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (22/11). Keterlambatan sejumlah jadwal penerbangan pada Senin (22/11), disebabkan oleh penerapan Integrated Operational Control System maskapai Garuda Indonesia sehingga terjadi ketidaksesuaian data/informasi dengan tugas awak kabin di lapangan. (ANTARA/Yudhi Mahatma)
Banjarbaru (ANTARA News) - Seratus limapuluh enam jamaah haji plus asal Provinsi Kalimantan Selatan tertahan di Bandara Soekarno Hatta Jakarta menyusul terganggunya jadwal penerbangan pesawat Garuda Indonesia, Senin.

Salah seorang jamaah haji plus yang menghubungi ANTARA biro Kalsel dari Jakarta, Yasir Arafat, Senin sore mengatakan, rombongan tertahan di bandara sejak Senin pagi pukul 06.00 Wita.

"Sesuai jadwal, pesawat berangkat menuju Banjarmasin pukul 06.00 Wita dan sejak pukul 04.00 Wita kami sudah menuju bandara namun hingga pukul 17.00 Wita belum juga diberangkatkan," ujarnya via handphone.

Menurut dia, pihaknya masih belum mendapat kepastian apakah tetap diberangkatkan menuju Banjarmasin atau diinapkan maskapai penerbangan Garuda sebagai bentuk tanggungjawab atas penundaan keberangkatan.

"Kami belum mendapat informasi mengenai kepastian keberangkatan, apakah bisa hari ini juga atau tertunda hingga besok. Namun, kami meminta segera dipulangkan karena keluarga sudah menunggu," ungkapnya.

Dikatakan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan PT Pancar tour and travel yang memberangkatkan mereka ke Tanah Suci dan biro perjalanan itu sudah mengupayakan agar jamaah bisa diberangkatkan secepatnya.

Dihubungi terpisah, Distrik Manager PT Garuda Indonesia cabang Banjarmasin, Piktor Sitohang, mengatakan bahwa penundaan keberangkatan terjadi akibat penerapan sistem baru yang mengalami masalah.

"Sistem baru yang diterapkan mengalami masalah sehingga menyebabkan sejumlah penerbangan dari Bandara Soekarno Hatta menuju berbagai kota di Indonesia mengalami keterlambatan keberangkatan," ujarnya.

Sistem baru itu berfungsi memonitor pergerakan pesawat, pergerakan awak kabin dan sistem untuk memonitor jadwal penerbangan yang disebut "Integrated Operational Control System".

Jamaah haji plus dari Kalsel yang tertahan di Bandara Soekarno Hatta sepenuhnya akan ditanggung Garuda baik penginapan maupun konsumsi apabila terjadi pembatalan keberangkatan.

"Kami mengupayakan jamaah bisa diberangkatkan secepatnya karena mereka sudah ditunggu keluarga. Namun, apabila penerbangan dibatalkan maka Garuda siap menanggung penginapan dan konsumsi," ujar dia.

Ditambahkan, pihaknya masih berkoordinasi dengan manajemen Garuda pusat agar bisa secapatnya memulangkan jamaah haji yang sempat tertahan di bandara seharian penuh.

(ANT/S026)