Sumenep (ANTARA News) - Serupa 2008, Kantor Departemen Agama (Depag) Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali menyiapkan penginapan gratis bagi jemaah calon haji kepulauan.

Tempat penginapan yang disiapkan Depag Sumenep bagi calhaj kepulauan pada tahun 2009 adalah salah satu gedung di kawasan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) setempat.

"Kami berharap tempat penginapan gratis ini dimanfaatkan oleh calhaj asal kepulauan selama menunggu jadwal pemberangkatan ke Tanah Suci," kata Kepala Kantor Depag Sumenep, Imron Rosyidi.

Calhaj asal Sumenep pada tahun 2009 sebanyak 820 orang, dengan rincian 554 orang dari 18 kecamatan kepulauan dan 266 orang dari sembilan kecamatan kepulauan.

Pemberangkatan calhaj asal Sumenep ke Tanah Suci dijadwalkan pada tanggal 18 November 2009 dan kembali ke Indonesia pada tanggal 29 Desember 2009.

Depag Sumenep menyiapkan tempat penginapan sementara gratis, khusus bagi calhaj kepulauan, karena calhaj asal kepulauan harus berada di Sumenep daratan pada tanggal 15 November 2009.

"Kami memang meminta calhaj asal kepulauan sudah berada di Sumenep daratan, karena pada tanggal 16 November 2009 dijadwalkan ada pelepasan secara simbolis oleh bupati," kata Imron.

Selama berada di Sumenep daratan untuk menunggu jadwal pemberangkatan pada tanggal 18 November 2009, calhaj asal kepulauan diimbau menginap di tempat penginapan sementara yang disiapkan Depag Sumenep.

"Kami sengaja menyiapkan tempat penginapan sementara, guna membantu meringankan biaya yang harus dikeluarkan calhaj asal kepulauan selama masa menunggu. Daripada menginap di hotel atau menyewa rumah di Kecamatan Kota, sebaiknya calhaj asal kepulauan memanfaatkan tempat penginapan sementara gratis yang kami siapkan," kata Imron.

Depag telah melakukan sosialisasi tempat penginapan sementara itu pada calhaj kepulauan.

"Kami juga menginstruksikan para kepala Kantor Urusan Agama (KUA) di sembilan kecamatan kepulauan, untuk mengingatkan penginapan sementara gratis pada calhaj," katanya menambahkan.

Imron menjelaskan, pada tahun 2008, calhaj asal kepulauan kurang memberikan respon atas program penyediaan tempat penginapan sementara gratis tersebut.

"Pada tahun 2008, sama sekali tidak ada calhaj kepulauan yang memanfaatkan tempat penginapan sementara itu. Semoga saja pada tahun 2009, program kami ini dimanfaatkan oleh calhaj asal kepulauan," katanya berharap.

Pada 2008, calhaj asal kepulauan lebih memilih menginap di rumah kerabat dan sebagian menginap di sejumlah hotel di Kecamatan Kota.

"Pada tahun 2008, kami sempat mendatangi sejumlah calhaj asal kepulauan yang menginap di hotel. Ternyata mereka tidak mengeluarkan uang sama sekali untuk menginap di hotel, karena biayanya ditanggung oleh kerabatnya," katanya.

Hasil pembicaraan dengan sejumlah calhaj asal kepulauan pada tahun 2008, kata Imron, di internal kerabat calhaj ternyata memiliki semangat untuk memberikan bantuan semampunya.

"Ada kebanggaan tersendiri sebagian kerabat calhaj asal kepulauan, kalau menyediakan tempat, baik di hotel maupun di rumah sewaan, bagi orang yang akan menunaikan ibadah haji. Untuk persoalan ini, kami tidak bisa melakukan intervensi," katanya mengungkapkan.

Meskipun pada 2008 tidak ada peminatnya, kata Imron, pihaknya tetap mempersiapkan tempat penginapan sementara gratis pada calhaj asal kepulauan pada tahun 2009.

"Ini salah satu upaya kami untuk memberikan pelayanan sebaik mungkin pada calhaj, utamanya calhaj kepulauan," katanya menegaskan.



Perlu Sosialisasi

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep asal Kecamatan (Pulau) Raas, Miftahurrahman merespon positif langkah Kantor Depag setempat yang menyediakan tempat penginapan sementara bagi calhaj asal kepulauan.

"Itu bagus. Namun, pimpinan Depag Sumenep harus mensosialisasikan secara intensif program penyediaan tempat penginapan sementara yang bersifat gratis itu pada calhaj asal kepulauan," katanya.

Miftahurrahman yang menjadi anggota DPRD Sumenep sejak tahun 2004 itu mengatakan, setiap tahunnya, pihaknya sering dimintai tolong oleh calhaj asal Raas untuk menyediakan tempat penginapan sementara.

"Tahun ini pun, tiga calhaj asal Raas menghubungi kami dan meminta tolong untuk menyediakan tempat penginapan sementara. Bisa jadi calhaj asal kepulauan itu tidak tahu tentang langkah Depag Sumenep yang menyediakan tempat penginapan sementara," katanya mengungkapkan.

Tahun 2008, kata dia, rumah kontrakannya di Kecamatan Kota menjadi tempat penginapan sementara bagi calhaj asal Raas.

"Mereka yang tidur di rumah kami, sama sekali tidak menyinggung adanya tempat penginapan sementara yang disediakan Depag Sumenep. Bisa jadi mereka tidak tahu tentang hal tersebut," kata Miftah menambahkan.

Karena itu, pimpinan Depag Sumenep perlu dan wajib melakukan sosialisasi secara intensif tentang penyediaan tempat penginapan sementara tersebut pada calhaj asal kepulauan.

sementara itu, salah seorang calhaj asal Kecamatan (Pulau) Masalembu, Mattaher menjelaskan, pihaknya akan berangkat ke Sumenep pada tanggal 4 November 2009.

"Kalau tidak ada kendala, kami sudah berada di Sumenep daratan pada tanggal 5 November 2009. Kami akan menginap di rumah salah seorang kerabat di Desa Kolor, Kecamatan Kota," katanya melalui telepon.

Ia juga mengatakan, kerabatnya yang ada di Sumenep daratan memang meminta dirinya tinggal di rumahnya, selama menunggu jadwal pemberangkatan ke Tanah Suci pada tanggal 18 November 2009.

"Kalau ada tempat penginapan sementara bersifat gratis yang disediakan Depag Sumenep, itu bagus. Namun, kami kemungkinan besar akan menginap di rumah kerabat selama berada di Sumenep daratan," kata Mattaher mengungkapkan.

Pewarta: Slamet Hidayat
Editor: Imansyah
Copyright © ANTARA 2009